RSS

Sampah itu Bernama Bangun Ruang 2

08 Des

Pertemuan pertama tentang pengenalan bangun ruang meninggalkan kesan yang mendalam, namun sayangnya masih ada yang belum hafal dan paham dengan konsep bangun ruang. Selaku guru kita harus terus mencari cara agar hal itu tidak berlangsung lama.

Anak-anak kelas 1 SD pola berpikirnya masih pada tahapan konkret [1]atau melihat, memegang dan melakukannya langsung. Saya pun memanfaatkan hal itu agar hasil pembelajaran maksimal. Pembelajaran pada pertemuan kedua tidak terlalu berbeda jauh dengan pertemuan pertama.

Kali ini ada tugas yang harus dilakukan oleh siswa. Tentunya seperti biasa, tugas tersebut dilakukan secara berkelompok[2]. Tugas pertama adalah memisahkan benda/makanan (dalam bentuk gambar; ini adalah tahapan semikonkret) yang tidak sekelompok dalam hal bentuk. Oia tugas pertama ini saya ambil dari ebook (dari P4TK) yang kemarin sudah saya postingkan. Sebagai contoh dari tugas pertama tersebut adalah ada sederetan gambar benda/makanan seperti bola, semangka, telur dan melon. Tugas siswa adalah menyilang benda yang tidak sekelompok, dalam kasus ini adalah telur karena bentuk telur adalah oval bukan bola. Alhamdulillah tugas pertama ini bisa dilalui dengan baik oleh semua kelompok.

Bagaimana dengan tugas yang kedua? Untuk tugas yang kedua ini, siswa pun tetap dalam kelompoknya masing-masing. Setiap kelompok diberikan surat tugas. Isi surat tersebut adalah meminta siswa untuk mencari benda yang berbentuk bangun ruang tertentu (ini adalah tahapan konkret). Saya tentunya sudah menyiapkan benda-benda yang akan dijadikan sebagai bahan tugas tersebut. Silakan rasakan bagaimana suasana pembelajaran saat itu dengan melihat foto-foto dibawah ini….

Kira-kira bagaimana hasil pembelajaran yang telah dilakukan ??? Alhamdulillah saya melihat hasil pembelajaran yang cukup menggembirakan dari dua pertemuan yang telah dilakukan.

Mudah-mudahan tulisan ini bisa menginspirasi para guru di seluruh dunia…cobalah berbagai cara agar murid kita bisa memahami materi yang ingin kita sampaikan, tidak semua murid memiliki kemampuan yang sama dalam menyerap materi yang kita sampaikan. Hanya dengan memahami mereka, hanya dengan rasa kasih sayang kepada mereka dan hanya dengan do’a untuk mereka…insyaAlloh mereka pun BISA!!!


[1] Bruner, seorang tokoh psikologi pembelajaran berkebangsaan Amerika Serikat yang lahir pada 1915 mengungkapkan dalam bukunya “Toward the Theory of Instruction” bahwa ada tiga tahapan supaya anak dapat belajar dengan baik. Ketiga tahapan itu adalah: (1) enactive/konkrit, (2) econic/semi konkrit, dan (3) symbolic/abstrak.

[2] dilain waktu akan saya postingkan prinsip-prinsip saya dalam mengajar, yang diantaranya adalah dengan cara tugas kelompok

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 8, 2011 in belajar

 

Tag: , , , , , , , , , ,

One response to “Sampah itu Bernama Bangun Ruang 2

  1. fis

    Maret 12, 2012 at 7:42 pm

    luar biasa,sangat inspiratif….

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: