RSS

Matematika sulit??? Gak Kreatippp…

15 Okt

Emm…mungkin itulah gambaran sekilas tentang kata “matematika”. Sulitlah, baku banget, harga mati dan mungkin ada yang bilang bikin otak gak kreatif karena hanya pake otak kiri aja.

Saya termasuk orang yang mencoba mencari solusi agar matematika itu menjadi pelajaran favorit bagi anak-anak. Caranya bagaimana?? Ya dengan menggunakan metode-metode yang membuat anak senang, tapi tentunya dengan tetap tidak mengurangi makna dari matematika itu sendiri. Sebenarnya matematika pun tidak hanya menggunakan otak kiri saja. Saya sering kali berupaya agar anak-anak saya belajar dengan menggunakan kedua belahan otaknya, otak kiri dan otak kanan.

Di pagi hari yang cerah setelah anak-anak melakukan aktivitas sholat dhuha, seperti biasa saya bercerita. Kali ini saya bercerita tentang sebuah rumah. Cerita tersebut berlanjut dengan tugas harian (diary counting) berupa membuat rumah impian dari korek api. Tugas mereka hanya membuat rumah impian mereka dengan cara menempelkan korek api pada selembar kertas yang telah disediakan kemudian mereka pun diharuskan menghitung berapa jumlah korek api yang ditempelkan dan juga menyebutkan anggota keluarga yang tinggal di rumah impian tersebut. Apa yang mereka dapatkan?? Ya tentu saja imajinasi yang kreatif, melatih motorik halus, berhitung (membilang banyak benda), dan aware terhadap anggota keluarga mereka sendiri. Berikut ini adalah foto-foto saat anak-anakku mengerjakan tugas tersebut, terlihat mereka sangat menikmati pembelajaran saat itu.

Dilain kesempatan, saat mulai masuk materi baru (yakni materi tentang membilang banyak benda lebih dari 10 atau lebih tepatnya membaca lambang bilangan 11-20) saya tetap mencoba berusaha memasukkan unsur kreatif dalam pembelajaran. Pembelajaran saat itu saya namakan wayang angka. Tugas anak-anak adalah mewarnai lambang bilangan lalu menggambar sejumlah benda sesuai dengan lambang bilangannya pada secarik kertas yang telah disediakan. Setelah diwarnai dan digambar, maka saya akan memberikan sedotan sebagai pegangannya. Tak disangka respon anak-anak sangat baik sekali. Sesaat setelah selesai mengerjakan tugas membuat wayang angkanya, anak-anakku langsung berlarian keluar dan menunjukkan wayang angkanya pada lingkungan sekitarnya. Berikut ini foto-foto yang memperlihatkan betapa seriusnya mereka saat mengerjakan tugas membuat wayang angka.

 
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 15, 2011 in belajar

 

Tag: , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: